Wednesday, November 21, 2012

Membuat Strategi Seiring Visi dan Misi Perusahaan


Strategi adalah penjabaran dari misi dan misi lahir dari visi yang konsisten. Strategi berada di beberapa tingkat, mulai dari corporate atau group of companies, kemudian divisi, lalu departmen, dan terakhir unit yang terkecil dalam perusahaan.

business_strategy1111Setelah sekian tahun berjalan, bisa saja visi yang biasanya datang dari pemilik atau pendiri perusahaan mengalami perubahan dalam arti penyempurnaan atau perluasan karena perkembangan yang dialami, dan karenanya misi serta strategi juga perlu disesuaikan. Visi merupakan tanggung jawab dari pemilik atau pendiri perusahaan, misi biasanya menjadi tanggung jawab top manajemen dan strategi menjadi tanggung jawab middle dan low level manajemen.

Biasanya antara visi dan misi tidak terlalu jauh penyimpangan dan jaraknya. Tetapi, yang sering terjadi adalah antara misi dan strategi, tanpa kendali, akan terjadi penyimpangan atau arah, oleh karena para pembuat strategi dihadapkan dengan fakta di lapangan yang tidak sinkron dengan misi yang dikehendaki. Oleh karena itulah perlu dari waktu ke waktu dilakukan kaji ulang, di mana strategi harus disesuaikan dengan mengakomodasi faktor internal (visi dan misi) dan faktor eksternal (implementasi di lapangan).

Mike Fredman, Partner and Executive Vice President Kepner Tregoe Inc, sebuah perusahaan konsultan global, memberikan petunjuk dan saran bagaimana membuat dan menjaga agar strategi pas dengan misi dan visi perusahaan. Dia menyebutnya sebagai "strategic excellence." Pertama, organisasi atau perusahaan memerlukan strategi yang menuju pertumbuhan perusahaan jangan hanya asal bertahan.

Kedua, tidak ada strategi yang baku akan tetapi harus dinamis dengan melihat perkembangan pasar atau lingkungan. Ketiga, strategi, perencanaan dan kegiatan operasional harus terintegrasi jangan terlepas sendiri-sendiri. Mari kita telusuri satu per satu. Banyak perusahaan yang berpikir untuk mengutamakan survival, terlebih dalam era persaingan yang sangat ketat, mempertahankan adalah sebuah keharusan agar tidak lepas apa yang sudah ada di tangan.

Tetapi, strategi demikian cenderung mengurangi bahkan mengeliminasi kekuatan yang ada di perusahaan dan menghilangkan kesempatan yang timbul atau datang dari sebuah persaingan. Justru dengan membuat strategi dengan skenario perkembangan, akan lebih memperkuat daya tahan perusahaan dengan tetap mengambil kesempatan atau peluang yang terbuka di pasar.

Strategi dibuat untuk memenangkan sebuah persaingan, untuk mencapai sasaran pada waktunya, untuk meningkatkan performa, namun tidak semudah seperti membuat strategi itu sendiri dalam pelaksanaannya. Kita harus pandai-pandai membaca faktor eksternal, faktor lingkungan baik pada saat kita membuat strategi maupun beberapa tahun ke depan sesuai dengan program jangka menengah dan jangka panjang.

Oleh karena itulah, perlu dibuat beberapa skenario berdasarkan perkiraan dan pertimbangan tadi, tanpa meninggalkan misi yang terkait dengan visi. Dari sekian skenario bisa disimpan tiga skenario: a. yang paling pesimistis, b.paling mendekati, dan c. paling optimistis, dalam situasi lingkungan yang beragam sekalipun. Jika perlu lebih dari tiga skenario dengan input dan pertimbangan yang berbeda.

Banyak yang membuat strategi untuk menyenangkan bos, para investor atau bank pemberi pinjaman, yang memperlihatkan serba “wah” sehingga dana mengalir masuk. Mike Fredman juga merinci ada lima fase dalam memformulasi strategi: 1. Strategic Intelligence gathering and analysis, 2. Strategy formulation, 3. Strategic master project planning, 4. Strategy implementation, 5. Strategy monitoring, review and updating.

Yang pada intinya seperti diuraikan di atas. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa strategi tidak boleh terlepas dari visi dan misi perusahaan namun perlu beradaptasi dan reaktif pada tempatnya dan pada waktunya. Seperti halnya seekor kuda yang tugasnya membawa kereta lari secepatnya,namun kendali tetap di tangan sais yang mengarahkan ke mana kuda itu berlari, dan meluruskan kembali agar tiba di tempat tujuan. Ingat, perusahaan tanpa strategi sama saja dengan membuat strategi untuk gagal.

Source: http://ciputraentrepreneurship.com

No comments:

Post a Comment